Berita Fakultas Ekonomi UNIMED Kegiatan

FE UNIMED Lantik 103 Lulusan Siap Hadapi Dunia Bisnis dan Pendidikan

Fakultas Ekonomi Unimed sukses melaksanakan kegiatan akademik yakni Judicium Lulusan terbaik berjumlah 103 orang dari enam program studi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 24 Februari 2020 di Aula Lantai III Fakultas Ekonomi Unimed.

Hadir dalam kegiatan tunggal Judicium FE tersebut yakni Dekan FE Prof. Indra Maipita, M.Si. Ph. D, para Senat fakultas, para wakil dekan, ketua jurusan, sekretaris jurusan, ketua prgram studi, kepala laboratorium, serta seluruh peserta judicium.

Dalam kegiatan Judicium FE Unimed ini yang meraih IPK tertinggi tingkat fakultas yakni : Yayang Kinanty dengan IPK 3.93 dari pendidikan Ekonomi, disusul oleh Chandra Martian Simanjuntak dengan IPK 3.77 dari Prodi Pendidikan Akuntansi, Wirdha Annisa Nasution dengan IPK 3,74 dari Prodi Pendidikan Ekonomi Keahlian Pendidikan Administrasi Perkantoran, Hilda Ramadhani dengan IPK 3.66 dari Prodi Pendidikan Ekonomi Keahlian Pendidikan Bisnis, Melisa Natasya Saragih dengan IPK 3.58 dari Jurusan Manajemen kemudian Febi Yanti Batubara dengan IPK 3.29 dari Prodi Akuntansi.

Dekan FE Prof. Indra Maipita M. Si Ph. D, dalam sambutannya beliau menyampaikan selamat kepada seluruh peserta judicium, karena telah berhasil menyelesaikan studi pada jenjang Sarjana. Semoga saudara akan menjadi kebanggaan keluarga, Unimed, serta kebangaan negara yang kita cintai ini. Selesainya studi bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih berat dan dinamis, kemarin dunia pendidikan masih sibuk membahas bagaimana emotional quotion lebih utama daripada intelligent quotion. Bagaimana softskill adalah instrument penting untuk kesuksesan dibandingkan hardskill. Tapi hari ini berbagai aspek tersebut harus didampingi oleh kreativitas.

Lanjut dekan, sebagai sarjana ekonomi dan sarjana pendidikan bidang ekonomi, pasti memiliki kemampuan analisis, prediksi, negosiasi, kooperasi, dan kreativitas dalam memulai bisnis baru dan menangkap peluang pasar yang sangat luas tersebut. Tantangan dan peluang tersebut tidak hanya menyerang dunia bisnis dan professional tetapi juga dunia pendidikan, dunia pendidikan sekarang sangat gencar mengaplikasikan pembelajaran abad 21 yang banyak bergantung pada kemampuan teknologi informasi. Tidak hanya itu proses pendidikan juga menuntut guru harus mampu menanamkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki 4 C (sekarang 6 Cs). Sebagai guru, dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogik yang “beyond” dibandingkan kompetensi guru yang telah berada di sekolah saat ini. Saudara akan menjadi agen inovasi di setiap sekolah dimana akan berkarya.

Yayang Kinanty, selaku lulusan terbaik berujar, nilai tidak selalu diukur dengan angka. Kita semua hebat dengan keunggulan masing – masing, dan akan melewati fase sukses masing- masing. Saat ini harus dapat menentukan tujuan kemana akan melangkah, juga bagaimana akan melaksanakan amanah sebagai lulusan The Character Building University. (Humas Unimed/fg).