Ribuan Mahasiswa FE UNIMED Ikuti Kuliah Umum Tax Amnesty

Article

Medan (Unimed) – Sekitar 1500-an orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (FE UNIMED) kembali mengikuti kuliah umum. Tema kuliah umum kali ini yakni pengampunan pajak (tax amnesty). FE Unimed rutin menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan kaum profesional dan dunia kerja demi menambah dan membagi pengetahuan aplikatif kepada warga civitas. Seperti yang berlangsung dari tanggal 5-8 desember 2016 di Auditorium Unimed. Acara yang berlangsung selama empat hari tersebut menghadirkan narasumber ; Rektor Unimed, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut, Ketua Umum Kadin Sumut, Kepala BPS Sumut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sumut, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Sumut.

“Kuliah umum ini bertujuan untuk mengkoneksikan antara mahasiswa dengan para stakeholder, baik institusi pemerintah maupun swasta. Dengan kuliah umum seperti ini juga diharapkan memperbanyak referensi bagi mahasiswa guna mendekatkan ke dunia kerja” ujar Ketua Panitia Armensyah Nasution, M.Si.

Kuliah Umum Ekonomi

Senada dengan itu, Dekan FE Unimed Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D mengungkapkan bahwa kuliah umum ini merupakan kegiatan rutin di fakultas ekonomi. Menurutnya, kuliah umum ini minimal memberikan tiga manfaat. Pertama, menambah wawasan mahasiswa karena fakultas ekonomi sebenarnya masih erat kajiannya dengan pajak. Kedua untuk ikut mensukseskan program amnesti pajak. Seperti diketahui mahasiswa Unimed yang jumlahnya 20 ribuan orang tuanya juga banyak yang memiliki usah. Jadi mereka ini juga sebenarnya layak menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mensukseskan tax amnesty”. Ketiga, dengan adanya kuliah umum ini diharapkan mensinergikan hubungan antara perguruan tinggi dengan instusi pemerintah maupun swasta”, ujarnya.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd yang membuka acara mengatakan kesuksesan tax amnesty ini menyangkut apa, bagaimana, dan sikap. “Apa itu menyangkut tentang pengetahuan tentang pajak. Bagaimana itu menyangkut keterampilan tentang pajak. Tapi yang tidak kalah penting adalah tentang sikap. Bagaimana sikap untuk menyikapi tax amnesty ini”.

“Puncak karya perguruan tinggi adalah kesejahteraan. Jadi jika negara itu tidak sejahtera patut dipertanyakan perguruan tinggi di negara itu”, ungkap Syawal.

Kuliah Umum FE

Kemudian Prof. Syawal mengajar para mahasiswa untuk jangan hanya banyak baca buku. “Anda harus juga banyak baca jurnal, jurnal dari mana saja, aktif akses itu. Karena jurnal itu merupakan hasil kajian atau penelitian para pakar terhadap suatu kasus, berbeda dengan buku yang cenderung analisis teori saja. Jika mahasiswa ekonomi aktif akses jurnal nasional dan internasional, pastinya akan lebih terbuka wawasannya terhadap permasalahan terbaru yang ada dimasyarakat, seperti tentang tex amnesty ini”, ujarnya.

“Saya sangat apresiasi kegiatan kuliah umum yang di gelar FE Unimed ini, karena kegiatan seperti ini yang menghadirkan para pakar dan proffesional dibidang ekonomi sungguh akan mendekatkan para mahasiswa terhadap permasalahan konkrit di masyarakat, serta akan mendekatkan mahasiswa pada dunia kerja. Semoga bisa menginspirasi bagi fakultas lainnya”, pungkas Syawal.

Sementara itu, Kepala DJP Sumut, Mukhtar, mengungkapkan pengungkapan pajak melalui program tax amnesty cukup sukses. Propinsi Sumatera Utara juga merupakan salah satu wilayah dengan tax amnesty tersukses di tanah air. (Humas Unimed).


[ BACK ]
Baca Berita Lainnya